Ironis, Dana Bansos Warga Kedungarum Raib

 


Kuningan-Skandal

Nuraeni, Warga RT 13 RW 04, Dusun Cikole kaget dan sedih. Pasalnya Dana Bansos yang seharusnya dia terima malah raib.

Nuraeni mengaku kalau dirinya tidak lagi menerima pencairan dana bansos sejak 1 November 2025, pdahal dalam rekening tercatat adanya mutasi dana masuk.

Keluarga yang mendampingi Nuraeni menjelaskan, setelah tidak menerima bantuan selama beberapa bulan, keluarga berinisiatif melakukan pengecekan rekening koran di Bank BNI, selaku bank penyalur bantuan sosial.

“Setelah rekening koran dicetak di Bank BNI, ternyata ada beberapa kali mutasi dana masuk. Namun kenyataannya, dana tersebut tidak pernah bisa ditarik oleh pemilik kartu, meskipun sudah berulang kali dicek melalui ATM,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Pihak Bank BNI menyampaikan bahwa dana bantuan tersebut telah dikembalikan ke negara dengan alasan tidak diambil oleh penerima.

Tapi pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar, sebab pemilik kartu bansos mengaku secara rutin mengecek saldo dan tidak pernah menemukan dana masuk di rekeningnya.

Keanehan lain muncul setelah dalam rekening koran tercatat adanya pemindahan mutasi dana dari BNI ke Bank BRI, tepatnya ke BRI Kramatmulya. 

Hingga kini, pihak keluarga penerima bansos mengaku tidak pernah mendapat penjelasan rinci mengenai mekanisme, dasar, maupun kewenangan pemindahan dana tersebut.

“Ini yang membuat kecurigaan semakin besar. Kalau penerima rutin mengecek ATM tetapi saldo tidak pernah bertambah, lalu bagaimana bisa disebut tidak diambil?” kata Nuraeni dengan nada heran

Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa terdapat bukti cetak rekening koran resmi dari Bank BNI yang telah distempel, yang menunjukkan adanya transaksi penarikan dana bantuan. Padahal, pemilik kartu ATM bansos bersikeras tidak pernah melakukan penarikan dana tersebut.

Bahkan, menurut keluarga, petugas keamanan (security) Bank BNI menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian, guna memastikan secara jelas siapa pihak yang telah menarik dana bantuan tersebut.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya potensi persoalan serupa yang dialami penerima bansos lainnya, namun tidak terungkap ke publik akibat minimnya informasi, keterbatasan akses, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pengaduan.

Pihak keluarga berharap ada klarifikasi terbuka dan menyeluruh dari instansi terkait, baik dari bank penyalur maupun dinas sosial, agar hak penerima bantuan benar-benar tersalurkan sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank BNI, Bank BRI, maupun instansi pemerintah terkait mengenai detail alur pemindahan dana serta status penarikan dan pengembalian dana bantuan sosial tersebut.


(K-01)

Tidak ada komentar:

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.